Senin, 12 Mei 2008

mahasiswa tu harus objektif

Huuuh… mulai deh pada demo lagi tu mahasiswa2…

Di berita isina demoooooooo mulu.. n yg demo tu kok y mahasiswa dengan jumlah yg GA PENTING!!!

Klo emang mahasiswa, harusnya tau dunk gimana konsep harga BBM tu,,,

Dari jaman bahela sampe detik init u yg namanya BBM tu y mahal!! Cuma di Indonesia aja yg murah banget!! Sampai2 banyak pasokan BBM qta yg harusnya dipake buat qta malah diselewengkan oleh pihak2 terkait n dijual ke luar negeri!! Bayangin aja gimana caranya bikin pipa buat nyalurin minyak di dasar laut tapi nda ada satupun aparat yg tau!! Konyol khan!!! Pipa segede gitu n sepanjang itu loh!! Di laut lepas lagi!!! Even tu bukan buatannya orang Indonesia tapi tu pipa ada di laut qta trus yg tugasnya jaga laut tu kerjanya ngapain aja sampe2 pas ditemuin pipa segede itu jawabanna Cuma NDA TAU!!!

BBM qta bisa semurah itu selama ini khan gara2 sebagian besar dari BBM itu ditanggung Negara dengan nama SUBSIDI. Sekarang setiap manusia di Indonesia pasti punya kendaraan bermotor dan nda Cuma satu!!! Trus sekarang Negara nda bisa bantu rakyatnya yg segini banyak buat nalangin BBM o malah dihujat2!!! Coba deh klo emang ngaku mahasiswa yg kritis n perfeksionis kinerja kamu2 sebagai mahasiswa misalnya buat bikin acara apa kek gimana?! Bisa dibilang perfek ga?! Atao masi ada mikir ‘nyari untung’?! aq disini nda ngejudge ato apapun!! Tapi sebagai mahasiswa bukan asal nyuruh pemimpin itu turun jabatan atao apapun itu!!! Coba dibantu orang2 yang ga ngerti konsep itu menjadi lebih ngerti konsep!! Jgn asal ngehujat pemimpinnya!!! Even dulu kamu tu ga milih pemimpin yg sekarang ni jadi presiden kamu, tapi gimanapun juga dia udah jadi pemimpin qta jadi seharusnya hargai pemimpin kamu yg ada itu!!! Klo emang ada yang ga bener, ya dikasi tau,, mahasiswa itu orang yg berpendidikan jadi jangan asal teriak2 di jalanan aja,,, dan jangan asal ngehujat!!!! Nda mencirikan mahasiswa banget lah kalo malah ngehujat ato nyuruh turun pemimpin!!!

Apa dengan nyuruh pemimpin turun itu justru nyelesein masalah?! Aq bisa jamin NDA BISA!!!! Kenapa yg selalu disalahin itu presidennya?? DPR MPR kenapa selalu bebas?! Anggota DPR tu yg bikin RAPBN/RAPBD jadi kenapa bukan tanya ke mereka aja?! Inget ga dulu ada kasus anggota DPR beli tv flat sampe ngabisin dana hamper 2 milyar ato berapa itu aq lupa… kenapa bukan itu aja yg buat ngeganti subsidi BBM ato ada berapa ratus milyar yang dipake buat anggota DPR foya2 kenapa bukan itu aja yg dipake buat nutup subsidi BBM?! Jangan nyalahin presidennya terus dunk… lagian pernah ga sih kalian mikir klo Negara qta tu udah berantakan banget dari atas sampe bawahnya?! Nda ada tata karma sopan santun antara pejabat2 di atas itu tu bahkan masyarakat kecil juga nda ngehargai orang lain… huh! Mau jadi apa Negara ini??!!!

Untuk masalah BBM, gampangnya gini aja.. Kamu berani beli mobil atau motor atau mesin pabrik, jadi kamu harus berani nanggung berapapun itu harganya!!! Dan jangan Cuma berani nyalahin! Liat ke diri sendiri!!!! Jangan asal demo untuk kepentingan ntah siapa!!! Dan jangan selalu mengatasnamakan rakyat!!!! Yuk bareng2 jadi mahasiswa yg bisa liat dari berbagai sisi jadi qta besok bisa ngebangun bangsa ini!!!! Be better!!!!!

Rabu, 13 Februari 2008

Manajemen Potensi Sumber Daya Informasi dan Telekomunikasi

Dalam mengacu kepada kesiapan Indonesia untuk mempersiapkan infrastruktur informasi nasional, sebagai suatu konsekuensi logis pemikiran untuk menjadikan negara ini suatu kekuatan ekonomi yang terpandang di masa yang akan datang, maka layak kiranya bila pemegang keputusan meletakkan manajemen pootensi sumber-daya informasi & telekomunikasi sebagai aktivitas nasional yang cukup mendasar.

Hal tersebut amat terkait dengan kenyataan-kenyataan sebagai berikut:
a. Tidak ada suatu negara yang kuat tanpa didukung oleh jaringan informasi yang memadai yang dapat menghubungkan seluruh sumber informasi dengan pemakainya di dalam negara tersebut secara andal, akurat dan tepat waktu.
b. Insfrastruktur informasi nasional memiliki tulang punggung yaitu sistem telekomunikasi nasional yang berfungsi ibarat jalan raya bagi mengalirnya informasi kepada tujuan yaitu si pengguna informasi.
c. Sistem telekomunikasi nasional tersebut harus dibangun, dipelihara, dioperasikan, dan dikembangkan sedemikian rupa hingga tidak akan ada hambatan bagi mengalirnya informasi.
d. Sejalan dengan perkembangan jaman kebutuhan informasi semakin beragam dan menigkat dalam tipe penyajian, volume serta keandalan yang diminta, dan karenanya sistem telekomunikasi nasional harus dapat mengimbangi trend tersebut.
e. Sistem informasi nasional dan kerenanya, juga, sistem telekomunikasi nasional, termasuk manajemen potensi sumber-daya telekomunikasi, harus menjadi issue yang sangat strategis dari bangsa ini.

Fakta di atas mengandung konsekuensi tanggung jawab yang bersifat nasional, dan merupakan sustu pekerjaan rumah yang walaupun pelik tetapi sangat gigantesque dari segi kompleksitas dan volumnya, sehingga menjadi sangat menarik dan sangat menantang kepada siapapun yang bersinggungan dengannya. Adalah suatu yang mustahil, bila masalah tersebut dibebankan semata-mata kepada pemerintah saja, atau dibebankan kepada pelbagai BUMN yang terkait. Fenomena tersebut harus segera dijemput oleh seluruh masyarakat telekomunikasi dan masyarakat informasi, yang bersama-sama pemerintah, BUMN-BUMN, maupun pihak swasta dan koperasi secara gotong-royong mengupayakan terciptanya sistem informasi dan sistem telekomunisi nasional.

Potensi Sumber Daya Informasi & Telekomunikasi

Sistem Telekomunikasi (Indonesia) ialah suatu game yang sangat kompleks dan bersifat multidemensional. Kita bisa membayangkan secara visual bahwa hal tersebut memang kompleks bila jutaan pengguna berbagi (sharing) fasilitas yang sama untuk mengirim, menerima, dan transaksi mereka masing-masing. Terbayang beratus macam terminal dan komputer dengan jaringan data serta berbagai protokolnya untuk bisa saling berkomunikasi. Terbayang ratusan ribu terminal telepon umum dan telepon umum kartu, serta jutaan kabel-kabel primer, sekunder, saluran penanggal, maupun jaringan nirkawat (wireless) sampai ke pelanggan-pelanggan, yang harus dikolola setiap saat. Terbayang ribuan kilometer kabel serat optik terbentang di bawah laut, repeater-repeater gelombang mikro di gunung-gunung yang berjumlah ratusan bahkan mungkin akan menjadi ribuan, stasiun-stasiun bumi kecil yang terpencar di seluruh pelosok tanah air, serta terbayang pula sejumlah satelit yang sangat canggih dan sangat powerful untuk digunakan oleh seluruh bangsa-bangsa ASEAN. Hal yang sama tentunya berlaku bagi sistem informasi nasional.

Namun di balik itu semua, terbayangkan kan oleh Anda bahwa keberadaan semua elemen jaringan telekomunikasi Indonesia tersebut adalah hasil pembangunan bangsa ini., dan kini juga sedang dikelola oleh putra-putri terbaiknya. Merekalah sebenarnya penanggungjawab, penggerak dan penentu dari seluruh sistem ini. Semuanya, mulai dari pemegang keputusan sampai ahli-ahli komunikasi satelit sampai dengan penyambung kabel, mulai dari perencana strategis sampai kepada kontaktor kabel, mulai dari ahli network management sampai kepada petugas maintenance stasiun bumi di Tual nun jauh di sana, dan mulai dari ahli-ahli perancang sistem informasi sampai pengantar telegram. Semua, semua yang terkait dengan sistem informasi dan sistem telekomunikasi nasional, berhak disebut potensi telekomunikasi nasional. Semuanya merupakan aset nasional yang harus dihargai, disantuni, dikembangkan, diberi tangjungjawab dan di-recognized secara wajar. Mereka bukan hanya perlu diberi wawasan nasional, tetapi juga wawasan regional, global, dan futuristik. Mereka perlu ditingkatkan keterampilannya, dan mereka perlu ditambah jumlahnya sesuai dengan perkembangan kebutuhan, apalagi dalam kontek antisipasi ke arah global information insfrastruktur (GII) yang harus memepersiapkannya. Jadi secara nasional nampak perlu adanya pengelola potensi sumberdaya informasi dan telekomunikasi yang ada maupun yang akan dibutuhkan, dengan didukung oleh sistem informasi yang memadai.

Manajemen dan Basis Data Infrastruktur Informasi & Telekomunikasi

Di tengah-tengah kiprahnya seluruh elemen terkait dalam sistem informasi maupun sistem telekomunikasi nasional ini timbul suatu pertanyaan, dapatkah kiranya dimunculkan suatu elemen pendukung pemerintah maupun pemegang keputusan yang akan menyajikan informasi yang up-to-date dan revelan akan adanya sumber-daya informasi dan telekomunikasi di Indonesia : a) yang telah ada di lapangan, b) yang sedang dipersiapkan, c) yang akan dibutuhkan dalam kurun waktu mendatang berikut spesifikasinya. transaksi di bidang sumberdaya tersebut kini sedang mencapai tingkat maksimal, apalagi dengan belangsungnya program restruksisasi di PT TELKOM, canangan pemerintah untuk Kerja Sama Operasi (KSO), masalah go-publicnya berbagai BUMN terkait, dan seterusnya. nampaknya perlu adanya suatu manajemen basis data informasi seluruh elemen informasi dan telekomunikasi, INFOTEL, yang mencakup antara lain data informasi tentang network & services, basis data informasi, operator, kontraktor, konsultan, industri, kelitbangan, pendidikan dan pelatihan, produk-produk teknologi dan pelayanan, software dan hardware sistelnas dan sisfonas. Suatu basis data yang juga terhubung dengan belbagai basis data nasional maupun internasional. Semuanya harus tersajikan secara wujud informasi yang tepat waktu dan tepat guna untuk dimanfaatkan oleh pemegang keputusan maupun kelembagaan/perusahaan/perorangan yang membutuhkan, dan karenanya harus selalu segar dan antisipatif.

Mungkin elemen pendukung yang dimaksudkan bisa terwujud suatu badan hukum, yang mengaktifkan kegiatannya harus profesional dan profitable, dan harus dikelola oleh seperangkat manajemen yang independent, yang mempunyai jaringan yang kuat dengan pemegang keputusan, operator-operator, lembaga pendidikan dan lain-lain yang terkait dengan INFOTEL. Namun akan sangat ideal, bila lembaga yang dimaksud juga mengadakan analisis terhadap arah perkembangan dari sistem informasi dan sistem telekomunikasi nasional dan internasional, sehingga diperoleh perangkat kebijaksanaan yang akan disumbangkan kepada pemegang keputusan bagi terwujudnya sistelnas dan sisfonas. Independency tersebut dipandang perlu agar kebijakan-kebijakan yang dihasilkan bisa menjadi lebih sempurna. Namun demikian, keberadaan INFOTEL tersebut harus didukung penuh oleh pemegang keputusan maupun oleh unsur terkait.

Kini INFOTEL memang resmi belum terwujud, tetapi sebagian daripadanya, sadar atau tidak, sudah ada, bahkan sedang menghangat, sedang dibutuhkan. Semua elemen terkait akan tetap mendambakannya baik di masa sekarang aupun di masa yang akan datang. Karenanya, perwujudannya dalam sosok yang lebih formal sudah sangat mendesak. Perlu adanya upaya "jemput bola" dari siapa saja yang merasa dirinya paling pas untuk mengawali, mengembangkan dan akhirnya menjalankan roda INFOTEL. Dalam hal ini, mungkin MASTEL dan PII-ELEKTRO memenuhi postur sebagai perintis pengelola INFOSTEL.

Senin, 14 Januari 2008

Komentar tentang KULiah SIM

Kuliah SIM alias Sistem Informasi Manajemen yang saya ikuti dengan dosen Pak Daljono….

Kuliah SIM ini banyak member informasi baru bagi saya secara pribadi dan sudah pastinya untuk teman-teman sekelas lainnya. Di kuliah ini saya menjadi lebih jelas tentang apa itu Wi-Fi, GSM, CDMA, dll yang bisa dibilang lagi ‘IN’ sekarang ini. Sebelum kuliah SIM, saya tidak mengerti apa bedanya GSM dengan CDMA dan mengapa tariff CDMA bisa lebih murah dibandingkan dengan GSM. Sekarang saya menjadi mengerti dan bisa berbagi informasi minimal dengan keluarga saya.

Metode yang dilakukan dalam kuliah ini dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk presentasi. Sebenarnya banyak informasi-informasi baru yang dibagikan, tetapi menjadi sia-sia karena tidak ada yang mendengarkan. Gaya berbicara yang tidak menarik dari mahasiswa yang bersangkutan mempengaruhi antusias dari peserta kuliah lainnya. Hal ini tentu saja ditunjang dari kesiapan mahasiswa dalam menyiapkan presentasi sebelumnya. Selain itu, dalam satu kali perkuliahan ada 2-3 kelompok yang harus presentasi membuat peserta kuliah menjadi tidak focus. Karena dalam satu kelompok harus presentasi secara bergantian dan konsentrasi mahasiswa menjadi terpeceh karena adanya pergantian pembicara.

Adanya tugas membuat BLOG sebenarnya lebih membuka mata teman-teman yang tidak terlalu peka pada perkembangan teknologi atau mungkin saja malas untuk bermain dengan internet. Blogging menjadi masalah ketika baru saja membuat blog dan tidak tahu harus menulis apa dalam blog tersebut. Tetapi ini saatnya bagi kami sebagai mahasiswa menjadi kreatif. Dan tugas membuat BLOG ini sangat bermanfaat.

Akhir kata,

Saya ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada Pak Daljono karena telah membimbing saya dan teman-teman agar memiliki pengetahuan yang banyak.